Joko Widodo

“Negara tidak bisa mengendalikan media sosial,”

“Satu dua hari lalu saya banyak dikomplain masyarakat mengenai Raisa. Mereka bilang, satu lagi aset Indonesia lepas ke tangan asing. Setelah saya telusuri memang ternyata suaminya orang Australia,”

“Belum saya jawab sudah muncul lagi. Mereka bilang Laudya Cinthya Bella nikah dengan orang Malaysia,”

Bandung – Senin, 11 September 2017

Sumber: kompas.com

Iklan

Socrates

Socrates, filsuf pertama Yunani merupakan seorang nabi yang mengungkapkan kebenaran lewat logikanya. Nabi berbeda dengan rasul. Rasul ada 25, sedangkan nabi ada banyak. Katanya Socrates adalah Lukman al-Hakim. Sumber dari seorangan pemantik di kajian sirah nabawiyah Masjid UIN Sunan Kalijaga.

Senin, 11 September 2017 – Masjid UIN Sunan Kalijaga

My Story – Steven Gerrard

Bukannya menendang umpan diagonal untuk mencetak gol, atau menekel bola, atau menyarangkan bola lewat tendangan melengkung ke jaring Mark Schwarzer untuk mengesahkan kemenangan kami, saya malah terjatuh.

Bolanya datang melalui operan dari Mamadou Sakho, lalu saya terpleset. Saya terjatuh. Saya terhuyung bangkit lalu berlari sekuat tenaga. Saya mengejar Demba Ba seolah hidup saya bergantung pada momen itu.  Namun pergerakan saya sia-sia. Saya gagal menahan Ba. Chelsea mencetak gol kedua di menit-menit terakhir. Semua berakhir. Saya terpleset dan hasilnya harus dibayar mahal.

Saya tidak merasa masih punya banyak harapan. Rasanya seolah saya sedang menuju tempat rehibilitasi untuk pasien dengan kecenderungan bunuh diri.

Saya perlu menghilang. Saya tidak bisa membiarkan ketiga putri saya mendapati saya dal keadaan kacau dan terpuruk. Pasti mereka akan sedih melihat ayahnya begitu hancur. Saya perlu tempat untuk menyendiri. Mobil melaju kencang, di dalam kembali tenggelam dalam keheningan. Saya tersesat dalam pusaran pikiran dan kenangan akan musim pertandingan yang mendebarkan sekaligus menyedihkan, akan karier yang dipenuhi anugerah serta cinta, dan bagaimana saya berakhir disini, di jok belakang mobil dengan pipi yang masih lembap karena air mata yang sudah saya usap.

The Kop dan seisi Anfield menyanyikan “You’ll Never Walk Alone”. Lagu wajib Liverpool itu mengingatkan kita untuk terus berjalan menerjang angin dan hujan, meskipun impian kita telah terhempas dan terbuang, dan untuk terus melangkah dengan harapan di hati kita.

[Steven Gerrard dan Donald McRar, My Story, (Jakarta: PT Gramedia, 2017), hlm. 2 dan 4]

Megawati Soekarnoputri

“Kebetulan toh Pak Jokowi kita yang jadikan menang. Tapi mana to, saya pernah mengelek- elek (menjelek-jelekkan) presiden lain yang bukan dari partai saya. Enggak toh. Meneng wae aku. Yo wes rakyate wes milih sing iku, yo wes manut (diam saja aku. Ya, sudah rakyatnya sudah memilih yang itu, ya sudah ikut)”

Sumber: kompas.com

Minggu, 10 September 2016 – Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang

My Story – Steven Gerrard

Terang dan gelap, juga kebahagiaan dan kesengsaraan, adalah dua hal yang akrab. Keduanya hadir bersama, berdiri sendiri-sendiri tapi tak terpisahkan, seperti dua tiang gawang yang kosong di Anfield.

[Steven Gerrard dan Donald McRar, My Story, (Jakarta: PT Gramedia, 2017), hlm. 3]

Kemunculan Komunisme Indonesia – Ruth T. McVey

Meskipun berbagai catatan sejarah awal PKI cukup banyak beredar di masyarakat, namun tidak semuanya dapat digabungkan membentuk suatu cerita utuh. Catatan tangan pertama pun tidak bisa dijamin ketepatannya. Kepentingan pribadi dan perasaan sangat berpihak mewarnai tulisan dan pernyataan pelaku sejarah dalam suatu kejadian yang mereka ceritakan. Baik wartawan koran berbahasa Belanda maupun Indonesia tidak melakukan pengecekan berita sebelum dicetak. Dalam hal ini koran Indonesia umumnya cenderung sebagai jurnal perdebatan daripada rekaman kejadian. Akibatnya fakta-fakta tentang suatu kejadian dimana PKI terlibat dari sumber-sumber masa itu berlainan antara satu dengan yang lain. Suatu cara untuk memastikan bahwa kejadian tersebut benar-benar ada atau tidak, bukanlah dengan berpedoman kepada catatan tangan pertama masa itu melainkan menelusuri bersambungnya cerita itu dengan catatan berikutnya.

[Ruth T. McVey, Kemunculan Komunisme Indonesia, (Jakarta: Komunitas Bambu, 2009), hlm. xxv]